HUJAN
Terpaku
aku di dekat jendela. Masih terlihat butiran hujan mengguyur halaman. Suaranya
bagai musik klasik menidurkan alam. Gemercik air hujan memang khas. Tergantung pada
bagian mana hujan itu jatuh. Ditambah lagi suasana saat hujan. “Ah… begitu
teduh.” Gumamku.
Kulihat
hujan juga mengguyur sawah di depan rumahku. Dalam sekejap hujan mengubah petak
sawah menjadi danau kecil. Akhirnya aku beranjak dari jendela. Ku ikuti langkah
kaki suamiku menuju teras. Kita duduk di teras dengan menikmati percikan air
hujan yang jatuh dihalaman. Mataku tak
bisa berpaling dari danau kecil disawah. Airnya begitu tenang. Beriak kecil
tertiup angin. Bercipratan di guyur hujan yang semakin deras. Dan burung
pipitpun seakan enggan turun kesawh lagi. Mereka memilih berteduh di
tiang-tiang listrik di tepi jalan. Dengan sayap kuyup tak mungkin di kepakkan
lagi. “ Kasihan dirimu burung!” Apa daya aku tak bisa membantu mu.
Hujan
datang tak diundang. Pergipun tak bisa di minta. Langit masih terlihat gelap.
Pertanda hujan takkan mungkin mereda. Bahkan angin mulai semakin kencang. Udara
terasa semakin dingin. Akhirnya aku beranjak dari teras. Ku biarkan suamiku
yang mulai berhujanan berlari ke pagar.
Belum
sampai di depan TV. Aku dengar suara ribut diluar. Ternyata sebatang pohon
jambu milik tetangga dahannya patah karena hujan. Masih beruntung tidak menimpa
pejalan kaki yang melintas di depan rumahnya. “ Ah… hujan , dikau datang mengagetkan kami.” Gerutuku dalam hati. Akhirnya
sore itu kita sibuk bergotong royong membersihkan patahan dahan jambu yang
menutup jalan. Kegiatan sore yang tak terduga karena hujan. Terimakasih hujan. Kau
telah memberi kami kesempatan bergotong royong.
#Day2AISEIWritingChallenge#



Satu dari manfaat hujan ya bu.
BalasHapusBenar sekali bunda
HapusTidak ada yang sia-sia alam memberi manusia.
BalasHapusBenar pak. Bersyukur banget ada hujan.
Hapuskzlau boleh memberi saran isi tulisan ibu adalah deskripsi yg bagus namun coba buat judul yg lebih menarik bu, supaya lebih greget
BalasHapusBaik pak. Terimakasih sarannya.
HapusKeren, suka gaya penulisanya... Hangat dibaca...
BalasHapus