TRADISI PENYAJIAN TEH

 



Dalam sebuah perjamuan, biasanya kita akan terfokus dengan cara penyajiannya. Begitu pula dengan aku. Terlebih jika perjamuan itu dalam kegiatan perdagangan. Sangatlah penting memperhatikan penyajian. Hal yang sekecilnya pun harus disajikan semenarik mungkin dan denga cara yang tepat. Sehingga menambah citarasa. Contohnya  penyajian minuman teh.

Teh merupakan salah satu minuman yang familier bagi masyarakat dunia. Di setiap negara memiliki jenis teh yang favorit dengan citra rasa dan aroma yang khas. Tentunya dengan penyajian yang berbeda pula. Sehingga dapat membuat suasanan keluarga menjadi semakin hangat saat meminumnya. Nah…penasarankan bagaimana cara penyajian teh dari beberapa negara?....kita intip yuk!

Dimulai di Indonesia, tanah kelahiran kita. Menurut beberapa sumber. Dahulu tradisi minum teh di Indonesia hanya dilakukan para bangsawan. Tetapi kini sudah menjadi kebiasaan masyarakat luas. Menengok sejarah teh di Indonesia, pertama kali di kenalkan oleh Dr.Andreas Cleyer berkebangsaan Belanda,pada tahun 1686. Kemudian dibudidayakan pada tahun 1782. Mulai saat itulah lahir tradisi minum the, di tanah Jawa. Cara penyajiannyapun sangat sederhana. Yaitu hanya dengan menaruh bubuk teh hitam di dalam poci, selanjutnya diseduh dengan air hangat. Untuk rasa manis tergantung selera penikmatnya.

Di Inggris minuman tehnya khas, karena dicampur dengan susu. Minum teh di Inggris ,  menjadi suatu budaya afternoon tea.  Dalam penyajian tradisi minum tehnya dicampur dengan susu. Susu di tuangkan dulu kedalam cangkir , kemudian diseduh dengan teh. Berarti , jika kita mempunyai kebiasaan minum teh di sore hari, secara tidak langsung sudah mengikuti tradisi minum the seperti Inggris. Apalagi saat minum teh dilakukan di taman yang asri, bersama keluarga atau teman-teman. Tentunya serasa berlibur ke Inggris deh.

Untuk Jepang,.Teh hijau menjadi andalan. Jepang sangat memperhatikan akan kesehatan hidupnya. Untuk itu orang Jepang mempunyai kebiasan minum teh hijau atau macca. Bubuk teh hijau akan diseduh dengan air hangat , kemudian ditunggu selama dua menit baru di minum. Saat meminum teh hijau akan memberikan sensasi yang berbeda, karena muncul rasa pahit bagaiman gitu…….pokonya khas deh. Mungkin ini juga yang menyebabkan orang Jepang menjadi sehat dan langsing-langsing.

Di Thailan terkenal denga thai tae atau the Ceylon. Cara penyajiannya dengan merebus daun teh selama 5 menit, menyaringnya dan ditambah gula atau susu kental manis. Dan disajikan dalam keadaan dingin.

Mesir terkenal dengan cita rasa teh asam-manisnya. Mengapa?......karena the yang umum diminum orang mesir berasal dari jenis teh Karkadeh atau Rosella. Terbayangkan rasa teh Rosella, yang asem dan jadi terasa manis jika ditambah gula. Jika diminum dingin tentu akan semakain nikmat. Apalagi  di minum siang hari.

Teh Mongolia tersa gurih karena dicampur garam dan susu. Di negara ini ada varian teh yang unik yaitu Suutsei Tsai ( the Mongolia). Cara penyajiannya the dicampur bersama susu ditambah garam, kemudian didihkan. Bagaimana ? pecinta teh pastinya mau mencoba kan?.

Meniru gaya manapun cara penyajian teh .  Semua kembali pada penikmatnya. Susana hati yang senang akan menambah nikmat minuman teh. Apalagi diminum hangat saat musim hujan ditemani pisang goreng hangat, sesaat akan melupakan mereka yang lewat.

Dimasa pandemic covid-19 rata-rata suasana hati menjadi kurang tenang. Perlu kiranya kita mengadakan “tea break” untuk membangkitkan hati yang risau. Tak perlu cemas dengan ketagihan mengkonsumsi teh. Sebab the mengandung asam amino dan theanine yang dapat mengurangi rasa cemas dan ketegangan. Meminum the 2 cangkir sehari tentunya dapat memberikan kenyamanan pikiran. Sebab the mengandung sedikit kafein.

 

Salam literasi

#100katabercerita #30hariAISEIbercerita

#AISEIWritingChallege

#WarisanAISEI #pendidikbercerita

#Day16AISEIWritingChallege

 

 

 

 

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer